Rusia Akan Hadang Rudal Tomahawk dengan Rudal Shtil-1

banner%2Bfb.png









KABAR MILITER - Pada tanggal 8 April Angkatan Laut Rusia kembali menugaskan Admiral Grigorovich ke Laut Mediterania. Fregat yang berasal dari Armada Laut Hitam Rusia tersebut akan membantu meningkatkan pertahanan udara Rusia di Suriah, ungkap Admiral Vladimir Valuyev.

Menurutnya sistem senjata yang dimiliki fregat Grigorovich akan mampu menembak jatuh rudal jelajah Tomahawk yang ditembakkan AS dan memperkuat pertahanan udara dan fasilitas militer Rusia di Suriah

Sebelumnya pada bulan April, fregat Grigorovich ikut ambil bagian dalam latihan Angkatan Laut Rusia-Turki yang bersandi PASSEX di Laut Hitam.

Pengiriman fregat Grigorovich dibantah pihak Rusia sebagai jawaban atas serangan rudal Tomahawk ke pangkalan udara Shayrat Suriah.

Saat ini, gugus tugas Angkatan Laut Rusia di Mediterania timur meliputi sedikitnya enam kapal perang dan tiga kapal perbekalan.

Adm. Valuyev menyoroti pentingnya kehadiran kapal perang di Mediterania, karena menurutnya kapal perang buatan Rusia akan membantu sistem pertahanan udara di Suriah, dan salah satu senjata yang akan mampu menembak jatuh rudal Tomahawk menurut Valuyev adalah rudal permukaan-ke-udara Shtil-1.

Shtil-1 adalah sistem pertahanan udara jarak menengah terbaru Angkatan laut Rusia yang memiliki jangkauan hampir 50 km dengan kecepatan mach 4.5. Rudal Shtil-1 dirancang untuk pertahanan kapal perang dari serangan rudal anti kapal, rudal jelajah, pesawat tempur, helikopter dan drone.

Shtil-1 merupakan salah satu rudal permukaan-ke-udara tercepat didunia, hampir mach 4.5. Bandingkan dengan rudal Sea Sparrow dan Aster 15 yang memiliki kecepatan mach 3.5, dan Sea wolf yang hanya mach 2.

Kelebihan lainnya dari rudal Shtil-1 adalah daya salvo rudal yang mampu ditembakkan setiap 1.5 – 2 detik, dan mampu menyasar 2 sampai 12 target secara bersamaan.



banner%2Bfb.png
close
== [Close] ==
>