Ratusan Kapal Perang China Tiba-Tiba Muncul di Cakrawala

banner%2Bfb.png








INDONESIA MILITER - Semakin meningkatnya retorika agresif dari Beijing dan Washington sejak pelantikan Presiden Donald Trump tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan pada situasi keamanan di Asia-Pasifik. (Defense Aerospace)

Bukan saja sikap AS yang berubah, tetapi China juga sama, untuk pertama kalinya, bukannya saling mengalah tapi sebaliknya malah bereaksi keras.

Bahasa yang digunakan oleh media Partai Komunis China begitu percaya diri dan menusuk. Namun, Beijing tidak mengadopsi gaya bahasa ini karena kekuatan ekonominya, karena sekarang mereka memiliki kemampuan militer untuk memberikan perubahan radikal di wilayah tersebut.

Memang, diskusi atas kinerja masa depan ekonomi China tertutupi oleh masalah margin keuntungan yang kecil dan hutang yang terlampau besar, masa depan militer China tampak lebih jelas. Sebagaimana hasil studi oleh US Naval War College Profesor of Strategi, Andrew Erickson menunjukkan adanya kepastian pada kemampuan militer China.

Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA Navy) telah bergerak menuju ambisi untuk memiliki 500 unit kapal perang, termasuk kapal induk, kapal selam nuklir, kapal amfibi dan kapal-kapal perusak yang terus berkembang.

Dalam tiga minggu terakhir kapal perusak dan korvet baru telah diluncurkan serta diskusi atas jet tempur berbasis kapal induk baru telah meningkat. Pertumbuhan struktur kekuatan dalam PLA Navy telah berkembang dengan cepat, memang sangat sulit mengingat kecepatan pertumbuhan yang sama pada setiap angkatan laut disepanjang sejarah.

Terhadap hal ini, Angkatan Laut AS masih dianggap sebagai angkatan laut terkuat di dunia yang memiliki aspirasi kembali kepada desain kekuatan dengan sekitar 350 unit armada kapal perang.



banner%2Bfb.png
close
== [Close] ==
>