Perbandingan Kekuatan Angkatan Laut China dan Amerika Serikat

banner%2Bfb.png





Formasi kapal perang Angkatan Laut China saat melakukan latihan di Laut China Selatan. © navy.81.cn

INDONESIA MILITER - Angkatan Laut China (PLA Navy)
Ketika Xiao Jin’guang, seorang mantan komandan Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA Navy), 67 tahun yang lalu ia ingin memeriksa markas angkatan laut yang ada di sebuah pulau, dia hanya bisa menemukan sebuah kapal ikan untuk membawanya ke sana.

Dengan ekspresi tegas di wajahnya, dia mengatakan kepada rombongan, “Ingat, Komandan Angkatan Laut Xiao Jin’guang membawa kapal ikan pada tur inspeksi tanggal 17 Maret 1950”.

Angkatan Laut China didirikan pada tanggal 23 April 1949 di Taizhou, Provinsi Jiangsu, China Timur, dengan hanya sembilan kapal perang dan 17 kapal yang diperoleh setelah satu unit armada pertahanan kedua Pantai Kuomintang membelot ke PLA. Pada tahap awal, armada utama PLA terdiri dari kapal kayu dan perahu layar.


Modernisasi Angkatan Laut
Tahun ini, pada ulang tahun ke-68, Angkatan Laut China memiliki kapal induk, kapal selam nuklir, puluhan skuadron kapal perusak, kapal pendarat dan kapal penunjang di tiga armada tersebut.

Angkatan laut memiliki beberapa ratus kapal perang berukuran lebih besar dari kapal fregat, dengan total tonase lima sampai enam kali lebih besar dari tahun 1980-an. Jumlah dan tonase kapal selam angkatan laut lebih berat serta kecepatannya juga puluhan kali lipat dari PLA Navy awal.

Laporan Pentagon 2016 tentang Kekuatan Militer China menyatakan bahwa China saat ini mengoperasikan jumlah kapal terbesar di antara negara-negara Asia.

Saat ini, China memiliki satu kapal induk Liaoning, Type 001, sebuah kapal yang dipasang kembali dimana sebelumnya dibangun oleh Ukraina (bekas pecahan Uni Soviet), namun kapal induk kedua yang merupakan kapal induk buatan China 001A pertama akan segera diluncurkan. Yang ketiga, Tipe 002, saat ini sedang dibangun di Shanghai, dan Tipe 002 akan jauh lebih canggih dari Tipe 001 dan Tipe 001A.

Laksamana Muda Yin Zhuo, seorang peneliti senior di PLA Navy Equipment Research Center mengatakan bahwa “untuk melindungi wilayah dan kepentingan China, China membutuhkan dua kelompok serang kapal induk di Samudra Pasifik Barat dan dua kapal induk di Samudra Hindia. Jadi setidaknya kita memerlukan setidaknya 5 – 6 kapal induk”.

Laporan Pentagon mengatakan bahwa China memiliki 5 unit kapal selam bertenaga nuklir, 53 unit kapal selam bertenaga diesel dan 4 unit kapal selam rudal balistik nuklir yang membawa rudal balistik JL-2 dengan jangkauan diperkirakan hingga 7.200 km.

“Platform ini merupakan pencegah nuklir pertama yang dipercaya oleh China” dan kapal selam nuklir Tipe 096 terbaru buatan China akan selesai dalam satu dekade mendatang, kata laporan Pentagon tersebut.

Angkatan Laut PLA melanjutkan program konstruksi kombatan permukaan yang kuat dari berbagai kelas kapal, termasuk kapal perusak rudal dan frigat rudal berpemandu. Angkatan Laut PLA saat ini memiliki 13 unit kapal tipe 052D, perusak rudal berpemandu paling canggih, yang terakhir “Xining” diluncurkan pada 22 Januari 2017.

Generasi baru Tipe 055 sedang dalam tahap konstruksi dan diyakini akan menjadi anggota kunci dari grup serang kapal induk China di masa depan. China terus menghasilkan kapal perang dengan rudal tempur Tipe 054A, yang berjumlah 27 unit, kapal terakhir, Liupanshui, diluncurkan pada 1 April 2017 lalu.

Kapal-kapal ini memberikan peningkatan yang signifikan terhadap kemampuan pertahanan udara PLA Navy, “yang akan sangat penting karena mampu memperluas operasi hingga jauh di luar jangkauan sistem pertahanan udara berbasis pantai”, kata laporan Pentagon.

Rencana Ambisius China
Laporan resmi terbaru tentang militer China yang berjudul Strategi Militer China, yang dikeluarkan oleh Kantor Informasi Dewan Negara pada tahun 2015, menekankan bahwa kekuatan militer China memiliki misi baru untuk melindungi kepentingan luar negeri China, dan Angkatan Laut PLA akan memainkan peran kunci di dalamnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, selain menjaga kedaulatan maritim China, Angkatan Laut PLA telah melaksanakan misi anti pembajakan PBB di Teluk Aden dan evakuasi di zona perang seperti Libya dan Yaman.

Laksamana Muda Xu Guangyu, penasehat senior Asosiasi Pengendali Persenjataan dan Perlucutan Senjata China, mengatakan “untuk melaksanakan misi luar negeri secara lebih efektif, PLA perlu membangun basis logistik di luar negeri melalui kerjasama dengan negara lain”.

Pada bulan September 2015 yang lalu, Presiden Xi Jinping mengumumkan bahwa PLA akan mengurangi jumlahnya sebanyak 300.000 personil pada akhir tahun 2017, sebuah langkah yang secara luas diperkirakan akan menghasilkan lebih sedikit personil non-tempur dan menyeimbangkan kembali proporsi kekuatan di antara layanan untuk dapat meningkatkan kepentingan relatif PLA Navy dan PLA Air Force.

Sekitar 255.000 personil Angkatan Laut saat ini terbagi menjadi 3 armada yaitu Armada Laut Utara (Beihai), Armada Laut Timur (Donghai), dan Armada Laut Selatan (Nanhai). Setiap armada membawahi armada tempur udara, markas pendukung, armada kapal perang, komando garnisun maritim, divisi penerbangan dan brigade laut.

Di saat krisis, armada kapal pedagang dan kapal nelayan dapat mendukung Angkatan Laut. Pangkalan Angkatan Laut utama termasuk di Lushun, Huludao, Qingdao, Shanghai, Zhoushan, Wenzhou, Xiamen, Guangzhou, Zhanjiang dan Yulin.

Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy)
“Misi Angkatan Laut AS adalah untuk memelihara, melatih dan melengkapi pasukan angkatan laut siap tempur untuk memenangkan perang, menghalangi agresi dan menjaga kebebasan di laut”, menurut pernyataan misi Angkatan Laut AS.

Kekuatan Dominan Angkatan Laut AS
Kekuatan komprehensif angkatan laut terbesar di dunia dibuktikan dengan banyaknya kapal induk, kapal penjelajah, kapal perusak, kapal fregat, kapal selam, kapal perang lain dan pasukan khusus cabang tersebut, yang dianggap paling elit dalam militer AS.

Secara total, Angkatan Laut AS memiliki hampir 430.000 personil, dengan 322.809 personil adalah bertugas aktif dan 108.789 personil lainnya petugas cadangan yang siap bertugas pada bulan Maret, menurut data yang tersedia di situs web Angkatan Laut AS.

Memiliki luas total 4,5 hektar kapal induk kelas Nimitz ditempatkan di seluruh penjutu dunia, memungkinkan AS untuk menanggapi krisis internasional dengan cepat dan berpartisipasi dalam latihan gabungan dengan sekutu. Kapal induk AS termasuk kelas Enterprise 1 unit (bertugas), kelas Nimitz 10 unit (bertugas), dan kelas Gerald R. Ford 3 unit (dalam konstruksi).

Selain kapal induk, Angkatan Laut AS saat ini memiliki 22 unit kapal penjelajah kelas Ticonderoga, 62 unit perusak kelas Arleigh Burke, 30 unit kapal amfibi dan 18 unit kapal tempur pesisir.

Semua didorong oleh tenaga nuklir, kapal selamnya sekarang adalah kapal selam rudal balistik kelas Ohio (18 unit bertugas, dengan 4 unit diubah menjadi kapal selam rudal), 36 unit kapal selam kelas menengah Los Angeles, 3 unit kapal selam kelas Seawolf dan 13 unit Kapal selam kelas Virginia.
Pangkalan Militer di Seluruh Dunia
Sejak berakhirnya Perang Dingin, angkatan lautnya terus menjadi pendukung utama bagi kepentingan AS. Saat ini, Angkatan Laut AS memiliki lebih dari separuh kapal perang utama di dunia, dengan jumlah kapal induk dan kapal tempur maritim terbesar.

Sementara kebanyakan angkatan laut negara-negara lain membatasi diri untuk berpatroli di perairan teritorial, Angkatan Laut AS menguasai laut lepas dengan basis di seluruh dunia.

Saat ini, Angkatan Laut AS memiliki 275 unit kapal yang beroperasi aktif, dan lebih dari 3.700 pesawat terbang, paling banyak di dunia. Dan tonase kemampuan tempurnya lebih besar dari gabungan 13 armada kapal terbesar berikutnya.

SumberGlobal Times



banner%2Bfb.png
close
== [Close] ==
>