Mulai 2019 Rudal “US Navy” Bisa Karamkan Kapal Induk China Dari Jauh

banner%2Bfb.png





Jet tempur F/A-18E/F Super Hornet membawa rudal AGM-158C (warna hitam). © US Navy


INDONESIA MILITER - Peluncuran pertama rudal jelajah AGM-158C Long Range Anti-Ship Missile (LRASM) telah berjalan dengan lancar dan sukses – rudal jelajah anti-kapal dengan jangkauan terjauh untuk Angkatan Laut AS – konfirmasi penggelaran operasional senjata baru ini pada pesawat serang adalah pada tahun 2019, seperti dilansir dari Flight Global.

Sebuah tes integrasi untuk LRASM dijadwalkan pada pertengahan tahun mengikuti pelepasan senjata ini dari Boeing F/A-18E/F Super Hornet Angkatan Laut AS pada awal April 2017 lalu di Navy Air Weapons Station (NAWS) China Lake, California. Kemampuan operasional awal untuk LRASM akan menyusul setelah dilakukan sejumlah tes lagi di tahun yang akan datang.

Varian yang diluncurkan dari udara tersebut pertama kali akan diintegrasikan pada pesawat pembom strategis supersonik B-1B Lancer Angkatan Udara AS pada tahun 2018, selanjutnya pada jet tempur F/A-18E/F Super Hornet Angkatan Laut AS pada tahun 2019.
Jet tempur Super Hornet membawa rudal AGM-158C (warna hitam). © US Navy


Acara peluncuran pertama kali LRASM dari F/A-18E/F Super Hornet merupakan tonggak utama dalam memenuhi kemampuan operasional awal di tahun 2019″, kata Mike Fleming, Direktur Program LRASM Lockheed Martin.


LRASM yang diluncurkan dari udara memiliki prioritas untuk menghancurkan kapal perang musuh, yang telah terbengkalai sejak berakhirnya Perang Dingin tahun 1991, namun sejak itu dianggap penting setelah modernisasi dan agresi yang ditunjukkan oleh Angkatan Laut China (PLA Navy) serta pertumbuhan armada kapal induknya.

LRASM ini dapat menemukan target kapal perangnya sendiri dengan kecerdasan buatan (AI) onboard untuk menemukan kapal perang tertentu dia antara armada kapal perang musuh. Sistem pencari multi-mode yang dipandu oleh AI memastikan untuk menghantam suatu titik tertentu dari kapal perang guna memaksimalkan peluang untuk menenggelamkan target itu.

Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) memungkinkan dilakukannya penargetan secara otonom dari penargetan onboard untuk secara mandiri mengenai target tanpa memerlukan kecerdasan presisi, GPS atau tautan data sebelumnya.

Kemampuan ini memungkinkan identifikasi target dan akurasi serangan pada armada kapal perang musuh yang sangat terlindungi oleh sistem pertahanan rudal (SAM) ataupun sistem penanggulangan elektronika. Rudal AGM-158C dirancang dengan anti-penanggulangan guna menghindari sistem pertahanan aktif pada kapal perang musuh.

Rudal jelajah anti kapal buatan Lockheed Martin tersebut akan jadi penghambat efektif bagi kemampuan Angkatan Laut China yang mengandalkan rudal anti-kapal jarak jauh (ASM) dan juga SAM untuk kekuatan serangan dan bertahannya.

Rudal LRASM dapat diluncurkan untuk menargetkan kapal induk Angkatan Laut China dari jarak 370 km. Sehingga menempatkan jet tempur AS yang meluncurkan rudal berada diluar jangkauan rudal pertahanan udara China HHQ-9 yang terpasang pada kapal perang modern PLA Navy. HHQ-9 yang paling modern memiliki jangkauan hingga 200 km.

Sumber : 
https://jakartagreater.com/mulai-2019-rudal-us-navy-bisa-karamkan-kapal-induk-china-dari-jauh/



banner%2Bfb.png
close
== [Close] ==
>